Sabtu, 03 Desember 2011

Negoroku Melas pool !!!! *titik dua kurung buka


Alangkah Lucunya Negeri ini.


            Artikel ini bukan Resensi, sekali lagi bukan Resensi. Artikel ini merupakan curahan hati  saya yang telah melihat film Alangkah Lucunya Negeri ini. Langsung saja, disini saya akan membahas
pendapat saya tentang film ini, tetapi tidak dilihat dari sudut pandang beberapa pihak saja. Karena jika dilihat dari sudut pendang satu pihak saja, akan muncul beberapa ketidakadilan. Saya akan membahas dari sudut pandang Mahasiswa, Masyarakat dan Pemerintah.
            Tetapi perlu diketahui bahwa masing – masing pihak mempunyai peran dan fungsi masing – masing. Peran dan fungsi ini tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun. Fungsi dan peran ini juga wajib dilaksanakan sebaik – baiknya oleh pihak yang bersangkutan.
            Inilah beberapa fungsi dan peran dari Mahasiswa, Masyarakat dan Pemerintah. Kita sebagai Mahasiswa bertugas untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa mempunyai kewajiban menyalurkan aspirasi masyarakat untuk disalurkan kepada pemerintah. Masyarakat mempunyai peranan untuk menjalankan semua sistem ada dan menaati semua sistem yang telah ditentukan. Dan pemerintah mempunyai tugas untuk menciptakan sebuah sistem untuk mensejahterakan rakyatnya seperti semboyan berikut ini dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.
Dan kenyataan dalam kehidupan nyata sangat berbeda dengan apa yang ada dilapangan. Mahasiswa sekarang seringnya hanya mengkritik pemerintah saja tanpa memberikan solusi – solusi dan tindakan yang konkrit.  Dan tidak jarang juga sering terjadi tindakan – tindakan yang tidak layak untuk dilakukan oleh seorang mahasiswa, yaitu anarkisme. Dan pada pihak pemerintah, bisa kita lihat di media massa. Banyak sekali tindakan penyelewengan dari wakil rakyat tersebut. Seperti datang terlambat saat dinas, bolos kerja, dan yang paling sering membuat kita geram adalah KORUPSI. Hal – hal inilah yang membuat tidak adanya kepercayaan lagi dri pihak masyarakat kepada pemerintahan. Tetapi kita juga tidak menjadikan pemerintahan menjadi biang keladi dalam bobroknya negeri ini. Masyarakatpun juga turut andil, pemerintah telah bersusah payah membuat lapangan pekerjaan dengan menyediakan modal – modal yang dapat dipakai oleh masyarakat agar  hidupnya lebih sejahtera. Akan tetapi kembali kedalam individu masing – masing. Zaman sekarang masyarakat lebih cenderung malas dalam bekerja. Mereka lebih baik hanya menjadi peminta – minta saja. Dan tidak jarang juga mereka merusak fasilitas – fasilitas milik negara.
Jadi dalam hal ini siapakah yang patut dipersalahkan? Masyarakat, pemerintah, atau mahasiswa. Sebelum membahas lebih jauh, marilah kita melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini.
Jika anda sudah melihat film ini, maka anda akan menemui kejadian – kejadian yang ada dalam kehidupan kita. Dan itu sudah cukup membuat kita prihatin, betapa bobroknya negeri kita tercinta ini.
Pada film ini, membahas beberapa masalah, seperti masalah sulitnya mendapatkan pekerjaan dan banyak sekali sarjana-sarjana yang menjadi pengangguran. Di film ini juga disebutkan bahwa masih banyak sekali masyarakat di negeri ini yang kurang mengerti betapa pentingnya pendidikan.
            Dengan sulitnya mendapatkan nafkah, maka tindakan-tindakan kriminalitaspun bermunculan. Mereka melakukan hal ini untuk memenuhi kebutuhan perut mereka. Jadi sekali lagi siapakah yang patut dipersalahkan atas permasalahan diatas?
            Sebenarnya yang patut bertanggung jawab atas kejadian ini adalah diri kita sendiri. Kita tidak selayaknya menuding pihak – pihak mana yang salah. Karena kita semualah penyebabnya.
            Dapat kita ambil contoh, jika masyarakat sendiri mempunyai kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki kehidupan mereka. Banyak sekali jalan yang dapat mereka ambil, seperti pinjaman modal, koperasi rakyat, dll. Jika ada niatan pasti ada jalan, jangan cepat berpuas diri dengan keadaan yang ada. Begitu juga dengan pemerintah, mereka seharusnya lebih giat dalam bekerja sehingga tidak mengecewakan masyarakat. Dedikasi bekerja untuk masyarakat harus lebih ditanamkan. Kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi. Dengan hal ini seluruh elemen masyarakat akan lebih respect terhadap pemerintah. Tidak lupa juga dalam kondisi saat ini, peran dan fungsi mahasiswa juga sangat dibutuhkan. Seperti yang disampaikan pada paragraf ketiga, yaitu mahasiswa sebagai jembatan. Maka mahasiswa seharusnya memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat, khusunya yang ada didalam lingkungan mereka belajar. Sehingga jika terjadi keluhan – keluhan didalam masyarakat, mahasiswa dapat cepat menyampaikannya kepada pemerintah. Tetapi dalam penyampaiannya sebaiknya juga dipikirkan terlebih dahulu solusi-solusi dan tindakan yang konkrit kepada pemerintah sehingga semua keluhan yang ada, dapat cepat terselesaikan. Tidak hanya mengkritik – kritik saja. Selain itu tugas mahasiswa juga memberikan penyuluhan – penyuluhan akan pentingya pendidikan. Dengan hal ini masyarakan akan dapat lebih berpikir cara memperbaiki kehidupan mereka sendiri, tanpa bergantung dengan siapapun.
            Jadi mulai sekarang, hendaknya kita instropeksi diri kita masing – masing terlebih dahulu sebelum menimpahkan kesalahan kepada orang lain. Demi terciptanya Indonesia Emas yang sejahtera dan terhindar dari kemiskinan. Hidup Indonesia. MERDEKA !!!!

5 komentar:

Posting Komentar

 
;